Saturday, July 31, 2010

Prolaps Uteri

Prolapsus uteri adalah : Keadaan dimana turunnya uterus melalui hiatus genitalis yang disebabkan kelemahan ligamen-ligamen, fasia endopelvik danotot dasar panggul yang menyokong uterus.

Prolapsus Uteri Terbagi dalam 3 tingkat:
1. Tingkat 1 bila servik belum keluar dari vulva
2. Tingakt 2 bila servik sudah keluar vulva tapi corpus belum
3. Tingkat 3 bila korpus uteri sudah berada di luar vulva
Kehamilan dapat terjadi pada prolaps tingkat 1 dan 2.
Uterus dan vagina dipertahankan posisinya oleh :

1. Tonus otot uterus
2. Ligamen-ligamen yang memfiksasi uterus
• Lig kardinale
• Lig rotundum
• Lig infundibulopelvikum
• Lig sakrouterina
3. Fasia endopelvik
4. Otot-otot dasar panggul m levator ani

Etiologi Prolapsus Uteri :
1) Dasar panggul yang lemah, ok karena kerusakan dasar panggul pada persalinan yang terlampau sering dengan penyulit seperti ruptura perineum atau ok usia lanjut.
2) Tarikan pada janin pada pembukaan yang belum lengkap.
3) Ekspresi Crede yang berlebihan pada saat mengeluarkan plasenta.
4) Asites, tumor-tumor di daerah pelvis, batuk yang kronis dan pengejan (obslipasi atau striktura pada traktus urinarius).
5) Relinakulum uteri yang lemah (asteni atau kelainan congenital berupa kelemahan jaringan penyokong uterus yang sering pada nullipara.

Patologi Prolapsus Genitalis
Dengan adanya persalnan yang sulit, menyebabkan kelemahan pada ligamenium-ligamenium, fasia endopelvik, otot-otot dan fasia dasar panggul ok peningkatan tekanan intra abdominal dan faktor usia.
Karena servis uteri terletak diluar vagina akan menggeser celana dalam dan menjadi ulkus dekubiltus.
Dapat menjadi SISTOKEL karena kendornya fasia dinding depan vagina (mis : trauma obstetrik) sehingga vesika urinaria terdorong ke belakang dan dinding depan vagian terdorong ke belakang.
Dapat terjadi URETROKEL, karena uretra ikut dalam penurunan tersebut. Harus di DD/dengan Difertikulum Uretra, pada Difertikulum Uretra, uretra dan vesika urinaria normal saja, hanya di belakang uretra ada lobang yang menuju ke kantong antara uretra dan vagina.
Dapat terjadi REKTOKEL, karena kelemahan fasia di dinding belakang vagina, ok trauma obstetric atau lainnya, sehingga rekrum turun ke depan dan menyebabkan dinding vagina atas belakang menonjol ke depan.
Dapat terjadi ENTEROKEL, karena suatu hemia dari kavum dauglasi yang isinya usus halus atau sigmoid dan dinding vagina atas belakang menonjol ke depan.
Sistokel, uretrokel, rektokel, enterokel dan kolpokel disebut prolaps vagina.
Prolaps uteri sering diikuti prolaps vagina, tetapi prolaps vagina dapat berdiri sendiri.

Klasifikasi Prolapsus Uteri
Tingkat I : Uterus turun dengan serviks paling rendah dalam introitus vagina
Tingkat II : Uterus sebagian keluar dari vagina
Tingkat III : Uterus keluar seluruhnya dari vagina yang disertai dengan inversio
vagina (PROSIDENSIA UTERI)

Gejala Klinis Prolapsus Uteri
Sangat individual dan berbeda-beda, kadang-kadang prolapsus uterinya cukup berat tapi keluhannya (-) dan sebaliknya. Prolapsus uteri dapat mendadak seperti nyeri, muntah, kolaps dll (jarang). Keluhan-keluhannnya adalah :
• Terasa ada yang mengganjal/menonjol digenitalia ekstema (vagina atau perasaan berat pada perut bagian bawah).
• Riwayat nyeri dipinggang dan panggul yang berkurang atau hilang dengan berbaring.
• Timbulnya gejala-gejala dari :
Sitokel : BAK sedikit-sedikit dan sering, tak puas dan stress inkontinensia (tak dapat menahan BAK) karena dinding belakang uretra tertarik, sehingga fungsi sfincter terganggu.
Rektokel : terjadi gangguan defikasi seperti obstipasi, karena faeces berkumpul di rongga rektokel.
Koitus terganggu, juga berjalan dan bekerja.
Leukorea, karena bendungan/kongesti daerah serviks.
Luka lecet pada portio karena geseran celana dalam.
Enterokel, menyebabkan rasa berat dan penuh pada daerah panggul.
Servisitis dapat menyebabkan infertility.
Menoragia karena bendungan.

Komplikasi Prolapsus Uteri :
1) Keratinisasi mukosa vagina dan portio uteri
2) Dekubitus
3) Hipertropi serviks uteri dan elongasioa koli
4) Gangguan miksi dan stress inkontinensia
5) Infeksi saluran kencing
6) Infertilitas
7) Gangguan partus
8) Hemoroid
9) Inkarserasi usus

Penanganan Prolapsus Uteri
Faktor-faktor yang harus diperhatikan
• Keadaan umum pasien umur,
• Masih bersuami atau tidak,
• Tingkat prolapsus, beratnya keluhan,
• Keinginan punya anak lagi dan ingin mempertahankan haid.

Penanganan dibagi atas :
I. Pencegahan
Faktor-faktor yang mempermudah prolapsus uteri dan dengan anjuran :
• Istirahat yang cukup, hindari kerja yang berat dan melelahkan gizi cukup
• Pimpin yang benar waktu persalinan, seperti :
 Tidak mengedan sebelum waktunya
 Kala II jangan terlalu lama
 Kandung kemih kosongkan)
 episiotomi agar dijahit dengan baik
 Episiolomi jika ada indikasi
 Bantu kala II dengan FE atau VE

II. Pengobatan
A. Pengobatan Tanpa Operasi
• Tidak memuaskan dan hanya bersifat sementara
• pada prolapsus uteri ringan
• ingin punya anak lagi
• menolak untuk dioperasi
• Keadaan umum pasien tak mengizinkan untuk dioperasi
• Caranya :
 Latihan otot dasar panggul
 Stimulasi otot dasar panggul dengan alat listrik
 Pemasangan pesarium
- Hanya bersifat paliatif,
- Pesarium dari cincin plastik
- Prinsipnya : alat ini mengadakan tekanan pada dinding atas vagina sehingga uterus tak dapat turun melewati vagina bagian bawah.
- Biasanya dipakai pada keadaan :
 Prolapsus uteri dengan kehamilan
 Prolapsus uteri dalam masa nifas
 Prolapsus uteri dengan dekubitus/ulkus
 Prolapsus uteri yang tak mungkin dioperasi
Mis : keadaan umum yang jelek

B. Pengobatan dengan Operasi
1. Operasi Manchester/Manchester-Fothergill
2. Histeraktomi vaginal
3. Kolpoklelsis (operasi Neugebauer-La fort)
4. Operasi-operasi lainnya :

- Ventrofiksasi/hlsteropeksi

- Interposisi
Jika Prolaps uteri terjadi pada wanita muda yang masih ingin mempertahankan fungsi reproduksinya cara yang terbaik adalah dengan :
1. Pemasangan pesarium
2. Ventrofiksasi (bila tak berhasil dengan pemasangan pesarium)

Related Post



0 komentar:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Eagle Belt Buckles